Meniup-niup Makanan Yang Masih Panas

Edisi 6 Desember 2015 Info Kesehatan
img

Rasulullah SAW melarang kita meniup-niup makanan & minuman yang masih panas. Menurut beliau, ada baiknya kita menunggu makanan tersebut hingga layak dikonsumsi, yaitu hangat atau agak dingin. Dinginkanlah makanan, sesungguhnya yang panas-panas tidak ada berkahnya. (HR. Al Hakim, Ad Dailani).

Tentu saja ada kebaikan dalam perintah Nabi SAW agar kita tidak meniup-niup makanan atau minuman panas. Apakah itu? Di dalam tubuh kita terdapat beraneka ragam muatan negatif yang harus dikeluarkan. Bentuknya bisa berupa muatan bioelektrik, suhu, sisa-sisa metabolisme, gas dan sebagainya. Dalam konteks pernapasan, sampah bioelektrik adalah yang terpenting. Proses pernapasan pun termaksuk salah satu bagian penyeimbang, dimana dia membawa muatan-muatan negatif dari dalam tubuh.

Bagaimana proses pernapasan itu terjadi? Pada tahap awal, udara masuk kedalam ke saluran pernapasan melalui proses respirasi sehinga terjadi pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida.

Aliran udara yang dihisap melalui proses respirasi kemudian akan melewati bagian-bagian tubuh, termaksud memasuki sel-sel. Di dalam sel-sel ini muatannya akan berusaha diseimbangkan lagi. Apabila terlalu banyak elektron, dia akan ditambah dengan proton.

Kalau protonnnya terlalu banyak, elektron yang berlebih akan segera dibuang. Ketika otot berkontraksi, akan terjadi penumpukan asam laktat, artinya elektron menjadi lebih tinggi sehingga harus disalurkan atau dibuang sebagai muatan negatif. Proses pembuangannya ini salah satunya melalui proses pernapasan.

Nah, apabila muatan negatif tersebut dihembuskan pada makanan atau minuman, profil makanan dan minuman tersebut akan berubah. Struktur molekul dalam air atau makanan akan berubah menjadi zat asam yang bisa mengganggu kesehatan. Secara struktural, air yang biasa kita minum tersusun dari dua buah antom hidrogen dan satu buah antom oksigen, dimana kedua antom hidrogen tersebut terikat dalam antom oksigen. Itulah mengapa air memiliki nama ilmiah H2O. Ketika bernapas kita akan mengeluarkan karbon dioksida (C2O). Apabila kita tiupkan napas tersebut pada air, akan terjadi percampuran antara kabon dioksida (C2O) dengan air (H2O) sehingga akan melahirkan senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya apabila masuk kedalam tubuh kita. Walau memang, senyawa H2CO3 termaksud senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh tidak terlalu kentara.

Secara filosofis, meniup-niup makanan serta minuman sama artinya dengan kita menghembuskan keburukan yang awalnya hendak kita buang ke dalam makanan. Kita seakan-akan mengonsumsi sampah yang awalnya hendak kita buang. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan, mengapa Rasulullah saw. Melarang kita bernapas didalam tempat minuman (HR Muttafaqun ‘alaih) dan melarang kita minum dengan sekali napas atau sekali tegukan (HR At-Tirmidzi).

(TIM JUMRAH)

Artikel Terakhir

Arsip

Penyelenggara Umrah